(021 2753 4135) | 0857 177 00064 / 0812 8991 2100 (WhatsApp) BIPI.biro@gmail.com

Pernahkah Anda mendengar istilah Assessment? Apa itu?
Mungkin Anda sulit mendefenisikannya dengan kata-kata? Hal itu wajar, karena memang Assessment ini memiliki arti yang sangat luas sekali, tergantung jenisnya, ada Assessment medis, ada Assessment pendidikan, ada Assessment sosiokultural, dan ada pula Assessment psikologis. Namun yang jelas, semua jenis Assessment ini pasti selalu berhubungan dengan kegiatan pengukuran dan pengujian.

Lalu, kira-kira apa Tujuan Dilakukannya Assessment ini?
Kita tahu, Assessment biasanya dilakukan apabila suatu persoalan yang dihadapi masih belum diketahui sumber dan solusinya, istilahnya masih dalam bentuk teka-teki. Nah, dari situ dapat kita simpulkan bahwa tujuan utama dilakukannya Assessment ini adalah untuk menggali dan mengumpulkan informasi sedetail mungkin seputar persoalan yang dihadapi demi mengetahui inti dari persoalan dan mendapatkan solusi yang tepat dan sesuai.

Adapun tujuan khusus dilakukan Assessment ini antara lain adalah;
Yang pertama, untuk orientasi persoalan. Maksudnya, agar orang yang memiliki persoalan (konselee) dan pihak yang membantu mencarikan solusi (konselor) dapat mengenali dan memahami persoalan yang sedang dihadapi konselee.

Yang kedua, untuk identifikasi persoalan. Maksudnya, agar yang memiliki persoalan (konselee) dan pihak yang membantu mencarikan solusi (konselor) dapat menyelidiki persoalan yang dihadapi konselee tersebut lebih mendalam dan lebih mendetail lagi demi mendapatkan inti dari persoalan tersebut.

Yang ketiga, untuk memikirkan dan mencarikan solusi. Maksudnya, proses Assessment dilakukan agar bisa membantu memunculkan ide atau cara penyelesaian (solusi) dari persoalan yang ada.

Yang keempat, untuk memilih metode penyelesaian yang tepat. Maksudnya, agar yang memiliki persoalan (konselee) dapat mempertimbangkan dan memililih metode penyelesaian atau solusi yang tepat dari semua metode penyelesaian yang bisa dilakukan. Ia dapat mempertimbangkan mana metode yang paling menguntungkan dan memiliki resiko paling kecil dari sekian metode yang ditawarkan.

Yang kelima, untuk verifikasi. Maksudnya, untuk mengetahui apakah konseling yang dilakukan sudah berjalan efektif atau tidak, apakah konseling tersebut sudah mengurangi beban orang yang memiliki persoalan (konselee) atau belum.

Tujuan Dilakukannya Assessment selanjutnya adalah, untuk mengembangkan cara respon konselee. Maksudnya, agar orang yang memiliki persoalan (konselee) dapat mengembangkan cara responnya dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya, baik secara verbal maupun non verbal.

Yang ketujuh, untuk melatih konselee berpikir. Maksudnya, agar orang yang memiliki persoalan (konselee) terbiasa dan bisa memikirkan cara memecahkan persoalan yang dihadapinya di masa yang akan datang.

Kedelapan, untuk membentuk kemandirian konselee. Maksudnya, agar konselee bisa menjadi individu yang mandiri dalam mengatasi persoalan yang dihadapinya, mandiri dalam artian lebih bijak dalam berpikir tanpa perlu saran dan masukan dari orang lain.

Kesembilan, untuk melatih konselee mengemukakan pendapatnya. Maksudnya, agar yang memiliki persoalan (konselee) bisa terlatih untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya kepada orang yang diinginkannya.

Kesepuluh, untuk membentuk konselee menjadi individu yang terbuka. Maksudnya, agar konselee atau yang memiliki persoalan bisa lebih membuka diri kepada orang lain, termasuk dalam kegiatan konseling.

Selanjutnya, untuk menumbuhkan rasa kerjasama yang baik dalam diri konselee. Maksudnya, agar yang memiliki masalah (konselee) ke depannya bisa bekerjasama dengan baik dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya bersama orang lain.

Terakhir, untuk melatih konselee menjadi konsekuen. Maksudnya, agar konselee dapat terbiasa melaksanakan apa yang sudah diputuskannya secara konsekuen.

Demikianlah artikel tentang Tujuan Dlakukannya Assessment. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda!